Langsung ke konten utama

Project P5

Nama: Aldy Ayudias Pasya
Kelas: 10-B
Kelompok: 
TGL: 08/06/24

PEKAN 1

DISKUSI PERANCANGAN

Pengertian:

Vertikultur adalah sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini memanfaatkan ruang secara vertikal untuk menanam tanaman, sehingga dapat menghemat lahan. Vertikultur dapat dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor).Budidaya tanaman konvensional adalah sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara horizontal atau mendatar. Sistem ini membutuhkan lahan yang luas, sehingga tidak cocok untuk daerah perkotaan atau lahan terbatas.

Konsep vertikultur berbeda dengan budidaya tanaman konvensional dalam beberapa hal, yaitu:

Penggunaan ruang: Vertikultur memanfaatkan ruang secara vertikal, sehingga dapat menghemat lahan. Budidaya tanaman konvensional memanfaatkan ruang secara horizontal, sehingga membutuhkan lahan yang luas.

Metode budidaya: Vertikultur dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti hidroponik, aeroponik, dan aquaponik. Budidaya tanaman konvensional umumnya dilakukan dengan metode konvensional, yaitu menggunakan media tanam tanah.

*Hidroponik:

Merupakan metode menanam tanaman dengan menggunakan air yang diperkaya nutrisi sebagai media tanam. Akar tanaman tidak ditanam di tanah, melainkan di wadah yang diisi dengan air nutrisi. Nutrisi yang dibutuhkan tanaman berasal dari larutan air yang mengandung pupuk, mineral, dan unsur hara lainnya. Hidroponik memiliki banyak keuntungan, seperti penggunaan air yang lebih efisien, pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, dan kontrol hama yang lebih mudah.

*Aeroponik:

Merupakan pengembangan dari hidroponik, di mana akar tanaman disemprotkan dengan air nutrisi secara berkala. Akar tanaman tidak terendam air, melainkan menggantung di udara. Sistem ini memungkinkan aerasi yang optimal dan meminimalkan risiko penyakit tanaman. Aeroponik cocok untuk tanaman yang memiliki akar dangkal, seperti selada, kangkung, dan pakcoy.

*Aquaponik:

Menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling terhubung. Kotoran ikan diolah oleh bakteri menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman. Tanaman membantu menyaring air dari akuarium ikan, sehingga air kembali bersih untuk ikan. Akuaponik menghasilkan dua panen sekaligus, yaitu ikan dan sayur, dan merupakan sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Perawatan:Tanaman vertikultur membutuhkan perawatan yang lebih intensif, karena tanaman ditanam di tempat yang terbatas dan lebih rentan terhadap penyakit dan hama. Budidaya tanaman konvensional umumnya membutuhkan perawatan yang lebih sederhana.

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan vertikultur dibandingkan dengan budidaya tanaman konvensional:

Kelebihan vertikultur:

1.Hemat lahan

2.Dapat dilakukan di lahan terbatas

3.Dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman

4.Meningkatkan efisiensi penggunaan air

5.Meningkatkan produktivitas tanaman

Kekurangan vertikultur:

1.Membutuhkan perawatan yang lebih intensif

2.Biaya awal yang lebih tinggi

3.Tidak cocok untuk semua jenis tanaman

Secara umum, vertikultur merupakan sistem budidaya tanaman yang memiliki banyak kelebihan, terutama dalam hal penghematan lahan. Sistem ini cocok untuk daerah perkotaan atau lahan terbatas. Namun, vertikultur membutuhkan perawatan yang lebih intensif, sehingga diperlukan ketelitian dan keterampilan dalam menerapkannya.

DOKUMENTASI:


PEKAN 2

RESUME DEMONTRASI PRAKTIK

Cara Menanam Selada Dari Biji
Beberapa tahapan untuk menunjang pertumbuhan selada, berikut penjelasan lengkapnya:
1. Persiapan Media Semai Selada
2. Persiapan Benih Selada
3. Cara Menyemai Bibit Selada
4. Persiapan Media Tanam Selada

Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:
Alat:
1.pisau          
2.gunting       
3.palu

Bahan:
1.Botol                
2.tanah             
3.air                 
4.bibit                 
5.pupuk            
               
Kendala:
Bibit yang disemaikan sangat lama pertumbuhannya mungkin karena kurang perawatan,dan karena saya baru pertama kali melakukan penyemaian selada bokor,jadi belum pandai merawat tanaman selada bokor. 

RAB
1. Gunting            *(Bawa sendiri)
2. Botol bekas     *(Mencari sendiri)
3. Paku                Rp. 5.000
5. Bibit                 *(Gratis dari sekolah)
6. Kawat             *Rp. 35.000±
                             ----------------- +
                                Rp. 40.000


KESIMPULAN:
Bibit selada yang berupa biji-bijian harus disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di atas lahan yang telah disiapkan. 

DOKUMENTASI:


Tugas Minggu ke 3: P5

Februari 01, 2024

PEKAN 3

SAAT MEMBUAT MEDIA TANAM:

Media untuk menanam yang kita gunakan yaitu dari botol bekas yang dibagi menjadi 2 bagian lalu bagian bawah botol tersebut dilubangi oleh paku agar air tidak merendam selada bokor,dan bagian atasnya dipakai untuk menanam selada bokor, ditutup botolnya dikasih kain untuk menyerap air.

DOKUMENTASI:




PENANAMAN
Sebelum menanam kita harus pastikan tanaman kita sudah bisa ditanam,setelah ditanam jangan lupa untuk selalu disiram, kemudian setelah tanaman sudah bisa tumbuh dimedia baru jangan lupa memberi pupuk agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.

KENDALA
Saat melakukan penanaman ternyata tanah yang kita pakai terlalu basah,jadi kita harus menggantikan kembali tanahnya.

DOKUMENTASI:




PROSES PENGECATAN LAHAN
Kita juga melakukan pengecatan agar lahan kita terlihat lebih indah dan bersih. 

KENDALA
Karena alat cat yang disediakan hanya sedikit jadi saat  pengecatan membutuhkan waktu yang sedikit lama. 

DOKUMENTASI: 



PEMANENAN
Setelah tanaman selada sudah besar kita bisa memanennya,cara memanennya sangat gampang kita hanya perlu mencabutnya dari media tanam.

KENDALA
Saat pemanenan ada beberapa kendala yaitu tanaman yang sulit untuk dicabut,karena tanah yang kering akibat tidak adanya hujan. 

DOKUMENTASI:


PROSES PEMBERSIHAN LAHAN
Setelah tanaman dipanen,lahan bekas penanaman bisa dibersihkan dan media tanamnya diganti dengan yang baru agar ketika nanti akan ditanamkan kembali bibit selada, selada bisa tumbuh dengan subur.

KENDALA
Kendalanya yaitu banyak media tanam yang rusak, jadi kita harus menggantikan yang baru. 

DOKUMENTASI:





PENANAMAN KEMBALI
Setelah lahan dibersihkan kita dapat melakukan penanaman ulang, caranya sama seperti penanaman sebelumnya.

KENDALA
Media untuk menanam banyak yang rusak.

DOKUMENTASI:


1.PENYEMAIAN

Penyemaian bisa dilakukan dengan menebar biji-biji benih diatas lahan persemaian yang subur. Setelah disemaikan kurang lebih 1 minggu atau setelah muncul beberapa helai daun. Bibit-bibit tersebut bisa di pindahkan ke lahan yang telah kita siapkan.


2. MENYIAPKAN ALAT UNTUK MEDIA TANAM

a. Siapkan botol bekas
Siapkan botol bekas. Lalu, potong botol menjadi dua. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.

Botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.

b. Hubungkan kedua bagian botol
Hubungkan kedua bagian botol tersebut dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan dapat berupa sumbu kompor. Jika tidak memiliki sumbu kompor dapat menggunakan kaus kaki yang tidak terpakai atau kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.

Buat lubang di bagian tutup botol yang cukup untuk dilewati kain sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol. Dikutip dari Home Guides, kain berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.

c. Menanam bibit kedalam media tanam
Siapkan media tanam;
Siapkan media tanam pada botol yang terbalik. Isi dengan bibit tanaman atau sayuran. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat;
Mengisi air berzat hara;
Setelah semua sistem dapat beroperasi, tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara adalah air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis;
Ganti air berzat hara secara rutin;
Air berzat hara akan menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menipis ganti dengan air yang baru;
Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai tergantung kebutuhan akan matahari. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, sedangkan yang lainnya hanya perlu sedikit sinar matahari.
Beri perhatian kepada tanaman dan tambahkan pupuk kompos agar semakin cepat panen.


4. Panen
Pemanenan. Selada tergolong sebagai tanaman yang cepat panen. Namun, umur selada hidroponik berbeda dengan selada yang ditanam secara konvensional. Selada hidroponik bisa dipanen setelah berumur 58 sampai 60 hari setelah semai. Namun, jika dihitung dari pindah tanam, umur selada hidroponik hanya 23 hari saja.


KESIMPULAN:
Vertikultur adalah teknik budidaya tanaman secara bertingkat, memanfaatkan ruang vertikal secara optimal untuk menanam sayuran, buah-buahan, atau tanaman hias di lahan terbatas.

Disini kita menggunakan Selada bokor. Dimulai dengan Menyemai benih di media tanam (Lama waktu penyeamain bibit selada bokor umumnya berkisar antara 7 hingga 10 hari.), bibit dipindahkan ke wadah vertikultur setelah tumbuh. Perawatan tanaman meliputi penyiraman (2 sampai 3 kali dalam seminggu), Pemupukan, Penyiangan (Penyabutan tanaman liar), dan Pengendalian hama/penyakit. Panen dilakukan saat tanaman mencapai kematangan optimal (Waktu panen selada bokor berkisar antara 35 hingga 45 hari setelah pindah tanam).
Kendala dalam proses: Hama yang merusak tanaman; Kelebihan atau kekurangan Air (Bisa di akibatkan oleh cuaca, seperti air menggenang); Kurangnya Nutrisi dari pupuk yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman; dan kurangnya Sinar Matahari juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman (Tempat penanaman yang salah dan juga bisa di akibatkan oleh faktor cuaca).

*(Text orange): Koreksi text


Komentar

Postingan Populer